Sejarah UPI Purwakarta

Dalam rangka pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), guru sekolah dasar sebagai mana tertuang dalam SK Mendikbud Nomor 0854/U/1989, tertanggal 30-12-1989 dan SK Dirjen Dikti No. 178-Dikti/kep/1990 tertanggal 16-04-1990 tentang kualifikasi formal Pendidikan Guru Sekolah Dasar harus ditingkatkan  dari sederajat SLTA menjadi Diploma (D-II) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Universitas Pendidikan Indonesia kampus Purwakarta yang menaungi program studi pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) ini berasal dari pengembangan Sekolah Pendidikan Guru Negeri (SPGN) Purwakarta, yang diserahterimakan dari Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Barat kepada Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi melalui Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bandung (IKIP Bandung) yang selanjutnya menjadi pembinanya.
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta berdiri pada tahun 1990 termasuk UPI Kampus Daerah lain, seperti Kampus Bumi Siliwangi, Kampus Cibiru, Kampus Serang, Kampus Tasikmalaya, dan Kampus Sumedang, terlebih dahulu diresmikan alih fungsi tahun 1990, di bawah binaan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) IKIP Bandung, dengan status Unit Pelaksana Pendidikan (UPP) yang dipimpin oleh Ketua dan Sekretaris UPP.

Pada tahun 1999, dalam kajian anggota senat IKIP Bandung terhadap tantangan kehidupan perguruan tinggi di masa depan, khususnya pendidikan tenaga kependidikan dan berbagai disiplin ilmu kependidikan serta kebutuhan masyarakat akan berbagai ahli dalam bidang ilmu, keahlian dalam profesi, IKIP Bandung memiliki kewajiban moral untuk mengembangkan keahlian ini menjadi Universitas Pendidikan. Kemudian pada tanggal 21 Januari 1999 senat IKIP Bandung mengusulkan IKIP Bandung menjadi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Hal ini diperkuat oleh keputusan (SK) Presiden RI Nomor 124 tahun 1999, tentang perubahan nama perguruan tinggi dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Bandung menjadi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Selanjutnya dalam rapat senat universitas tanggal 20-05-2002, sepakat untuk mengembangkan UPI menjadi UPI BHMN yang ditetapkan oleh SK Rektor No. 3073/J.33/KL/02.07/2002. Sebagai akibat perubahan status universitas ini, berdampak pada perubahan struktur organisasi kelembagaan lainnya, seperti status UPP sekarang menjadi UPI Kampus Daerah. Hal ini diperkuat dengan surat keputusan (SK) Rektor Nomor 1745/J.33/KL.02.04/2002 tanggal 27 maret 2002. Masing-masing Kampus Daerah dipimpin oleh seorang direktur dan dibantu sekretaris UPI Kampus Daerah.

UPI Kampus Purwakarta adalah satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri di wilayah IV Jawa Barat yang diberikan kewenangan oleh pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan dalam rangka menyiapkan lulusan calon guru SD/MI. Semula bernama Program Studi S1 PGSD Unit Pelaksana Program (UPP) dari IKIP Bandung untuk wilayah Purwasukasi (PGSD IKIP Bandung UPP Purwakarta). Mulai beroperasi sejak tahun 1991 sebagai realisasi Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0854/O/1989 tanggal 30 Desember 1989 tentang peningkatan persyaratan kualifikasi formal guru SD dari jenjang SLTA menjadi Dimploma 2 Kemudian menjadi S1. Cikal bakal program S1 PGSD UPI Kampus Purwakarta adalah SPG Negeri Purwakarta yang pada tahun 1983 memperoleh penghargaan dari pemerintah sebagi SPG terbaik juara II untuk tingkat Nasional. Hingga saat ini lokasi lembaga ini adalah gedung bekas SPG Negeri Purwakarta di Jl. Veteran  No. 8 Purwakarta. Para dosen dan tenaga teknis program S1 PGSD UPI Kampus Purwakarta mayoritas adalah dosen dan tenaga teknis yang berasal dari SPG Negeri Purwakarta yang telah ditingkatkan kualifikasi profesinya melalui sejumlah pelatihan, penataran, dan pendidikan.

Dalam sejarah perkembangan alih fungsi dari SPG Negeri Purwakarta menjadi PGSD UPI Purwakarta, lembaga ini mampu eksis dan berprestasi karena integritas, keterbukaan, serta kepedulian seluruh warga lembaga tersebut terhadap kepentingan masyarakat, khususnya dalam masalah pendidikan sekolah dasar. Hal tersebut ditunjukkan antara lain dengan sikap responsif lembaga ini terhadap tuntutan pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kualifikasi guru sekolah dasar. Terkait dengan hal itu antara lain kesiapan para tenaga pengelola (dosen dan karyawan) menerima perubahan status dari SPG menjadi program studi S1 PGSD. Dalam rangka melaksanakan tanggung jawab profesi, sejak alih fungsi hingga saat ini tidak kurang dari 90% tenaga pengelola telah mengikuti program pendidikan atau pelatihan untuk meningkatkan kualifikasi dan kualitas professional diri masing-masing melalui kursus, menyelesaikan kuliah pada program diploma, S1, dan S2. Selain itu, sebagai wujud kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat sekitar, Program S1 PGSD ini sejak semula telah merintis berbagai program untuk meningkatkan kualitas pendidikan (SD) di wilayah sekitar kampus. Misalnya, menyelenggarakan program setara S1 untuk guru-guru SD, melaksanakan pengabdian kepada masyarakat SD dalam bentuk pelatihan, penataran, dan pembinaan bagi guru-guru SD; atau pengimple-mentasian hasil-hasil penelitian/kajian dalam pembelajaran di SD. Semua itu dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas proses pembelajaran baik di SD maupun di PGSD.

Posted in Tak Berkategori.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *